tw // corpse , blood , gore , murder, dead , death
Dituliskan oleh sang tuan, mengenai hal-hal yang timbulkan curiga, juga segala kemungkinan yang ada.
Mengenai rumor bahwa sang nona dibawa pergi oleh seseorang yang memakai jubah. Itu terdengar aneh. Seperti — mengapa mereka biarkan sang nona dibawa pergi oleh seseorang yang bahkan gunakan jubah di antara para hadirin yang gunakan gaun mewah?
Mayat sang nona ditemukan terapung, namun bekas lukanya masih terlihat jelas. Tak dikatakan bila mayatnya beku ataupun membiru, padahal ditemukan pada teluk sungai yang yang sempit di sekitar mansion. Bukankah seharusnya mayatnya beku dan mulai membiru karena hawa dingin di sekitar tempat itu?
Menerka-nerka tentang kapan sang nona dibunuh. Seperti — gaunnya masih terlihat merah, namun mayatnya dapat dikatakan telah terapung cukup lama. Karena sungai sekitarnya tidak terlihat penuh akan darah. Kira-kira kapan kah sang nona meninggal dunia? Apakah mayat sang nona langsung dibuang ke dalam sungai? Atau justru disiksa lalu dibuang secara tiba-tiba?
Adanya tiga bekas cakaran yang begitu dalam, membuat rumor bila hewan buas ataupun sosok mengerikan yang memberikan luka. Tidak mungkin sekali bila hewan buas yang menjadi dalang. Mengingat bila mansion dikelilingi oleh sungai, juga tak ada suara gaduh bila hewan buas tengah memangsa sang nona. Pun tak ada jeritan, bila sang nona takut akan kehadiran hewan buas. Bukankah lebih baik menerkam dengan cara makan habis sang nona, alih-alih hanya berikan cakaran pada punggungnya? Juga, mengingat penjagaan yang cukup ketat, tak masuk akal rasanya bila seekor hewan buas dapat masuki wilayah mansion dengan sembarangan. Mayat sang nona pun ditemukan hanyut dalam sungai. Tak masuk akal rasanya bila sebuah hewan buas membuang mayat pada sungai, alih-alih menghabisinya. Pun, tak ada bekas darah di sekitar. Bila memang hewan buas yang menikam, bukankah seharusnya ada jejak darah yang tertinggal?
Kemungkinan dalang dibalik kematian sang nona adalah seorang manusia atau mungkin 'iblis' yang tahu betul akan seluk beluk mansion. Mengingat bila mayat sang nona ditemukan pada teluk sungai, dimana para pendatang baru yang asli— mungkin tak tahu betul apakah aliran sungai itu dapat bawa pergi sang mayat. Bila sembarangan membuang mayatnya, bukankah mayat sang nona akan ditemukan dengan mudah?
Mengingat kembali akan waktu hilangnya sang nona kala itu. Pukul 2 dini hari. Juga, adanya perintah agar tidak meninggalkan ruangan, namun sang nona baru ditemukan saat malam tiba. Kira-kira, apa yang sedang 'mereka' lakukan sebelumnya? Seperti ada sesuatu yang sedang ditutupi.
Tentang kematian sang nona. Tidak didapatkan satu pun jejak, bahkan sekedar darah pada tanah disekitar sungai, dimana mayatnya ditemukan. Apakah sang nona ditikam ditempat? Atau, ada sesuatu yang tidak benar di sini? Seperti, bagaimana bila beberapa dari mereka bekerja sama? Mereka tahu bila sang nona dihabisi, lalu paksa untuk bungkam yang lainnya guna bersihkan barang bukti? Atau mungkin, sang dalang memang ahli. Hingga hanya sang mayat yang ditemukan, tanpa adanya bukti lain di sekitarnya. Bisa jadi pula mayat dibuang ketika darahnya telah kering. Tetapi, dimana sekiranya tempat sang nona mati? Tidak mungkin jauh dari mansion bukan? Mengingat tidak ada satupun orang yang dapat keluar dari mansion. Oh— atau mungkin, dirinya; Albert, harus berkeliling kembali ke seluruh penjuru mansion guna mencari suatu bukti?
Alasan di balik kematian sang nona, belum tahu jelas pastinya. Apakah ada dendam atau memang ditargetkan? Ataukah hanya kesenangan semata bagi sang dalang? Ada kemungkinan pula sang dalang terusik akan beberapa hal yang diberikan oleh sang nona. Namun, apa? [Sebuah pertanyaan yang belum dapatkan jawaban.]